5 November 2010
Bacaan : I Korintus 9:24-27
“Those who believe in God will be careful to use their lives for doing good.”
Titus 3:8
Pada sebuah gereja, kadang ada satu orang yang memiliki banyak fungsi atau peran, misalnya dia menjadi singer dan juga menjadi worship leader, di saat yang lain dia memimpin sebuah grup dan di saat lainnya ia harus bekerja. Serta entah berapa lagi hal yang harus ia lakukan untuk kemuliaan nama Tuhan. Bukankah Tuhan juga ingin agar anak-anak-Nya menggunakan setiap talenta yang ada? Jadi tidak masalah kan saat kita, anak-anak Tuhan menjadi sibuk untuk melayani? Tuhan, semasa hidupnya juga sibuk. Kapan Dia bisa beristirahat dengan tenang? Saat Ia ingin menyepi selalu saja ada gerombolan orang yang harus dilayani olehNya. Bagaimana dengan murid-muridNya? Katakanlah Paulus? Semasa hidupnya Paulus juga melakukan hal yang sama, keliling terus tanpa pernah berhenti memberitakan Firman Tuhan. Keluar masuk dari penjara, tidak butuh waktu lama baginya untuk segera mewartakan Firman lagi.
Sibuk bukanlah hal yang berdosa, belum lagi kalau kita diminta tolong untuk melakukan hal-hal yang rohani, hal yang baik untuk kepentingan orang banyak? Salahkah hal itu? Hal ini bukanlah salah atau tidak, namun pertanyaannya adalah apakah yang kita lakukan itu memang keinginan Tuhan untuk kita lakukan dalam hidup kita? Jika kita melakukan semua hal itu apakah kita mengluh capek? Mengalami kekeringan? Merasa bahwa waktu itu habis begitu saja dan kita tidak memiliki waktu yang berkualitas bersama Tuhan? Rick Warren mengatakan bahwa jika hidup kita ingin memiliki pengaruh maka fokuskanlah! Berhentilah mencoba melakukan segala hal dan lakukanlah hal-hal yang paling penting!
It is possible to be so activate in the sevice of Christ as to forger to love Him. (P.T. Forsyth)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar