6 November 2010
Bacaan : Yohanes 15 : 1-9
“Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah.”
Yohanes 15:2
Kita semua menyadari begitu kita mendengar kata “berbuah” hal ini sangat kuat dengan pengertian “sebuah hasil” bahkan dapat diperluas dalam arti “sebuah hasil yang dapat dinikmati”.
Di rumah, saya menanam sebuah pohon belimbing sayur. Saya masih ingat, sesudah ditanam berbulan-bulan pohon ini hanya berdaun lebat dan tidak berbuah, sehingga saya harus memangkas daun-daunnya dan meninggalkan batang pohon ini menjadi gundul. Tetapi, tidak lama sesudah itu pohon ini menghasilkan satu buah. Meskipun hanya satu, hal ini sudah cukup membuat saya gembira. Saya mulai memangkas kembali daun-daunnya yang telah tumbuh lebat dan memotong ranting-rantingnya supaya pohon ini tidak tumbuh terlalu tinggi. Karena sibuk, saya tidak pernah lagi memperhatikan pohon ini sampai suatu pagi ketika saya melihat kebun, tiba-tiba saya dikejutkan dengan sebuah pemandangan yang sangat menarik, sebuah pohon dengan buah belimbing sayur yang bergelantungan cukup banyak.
Beginilah kehidupan kita kalau ingin berbuah. Ada saat-saat tertentu Tuhan harus memotong daun dan ranting dalam kehidupan kita supaya dapat berbuah, entah itu hobby kita, sikap hidup kita yang tidak berkenan, ke-egoisan kita, dll. Bahkan ketika kita sudah berbuah, sekali lagi Tuhan harus memotong daun dan ranting kita supaya dapat berbuah lebih banyak. Tentu saja pada saat Tuhan melakukanNya, hal ini tidak menyenangkan tetapi dengan berbuah kita dapat memberikan kehidupan dengan hasil yang dapat dinikmati oleh sesama dan Tuhan (Galatia 5 : 22). Dengan demikian hidup kita menjadi lebih berarti.
No man need stay the way he is. (Harry Emerson Fosdick)