Menahan Diri

24 Oktober 2010
Bacaan : Matius 15 : 11-20
“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik…”
Lukas 6 : 45

Dalam hidup bermasyarakat, kita tidak mungkin terlepas dari berita atau kisah hidup seseorang. Saat ada kejadian, mungkin kita bertanya, ”Ada apa sih?”, meskipun sebenarnya hal itu tidak ada hubungannya dengan kita. Setelah kita mendapatkan cerita dari seseorang yang mengetahui berita itu, biasanya kita akan menceritakan ke orang lain dan pada akhirnya berita pun tersebar. Namun masalahnya adalah cerita tersebut belum tentu sama dengan versi yang sesungguhnya.

Sama seperti permainan menyampaikan kata, jika ada 10 orang berdiri dalam sebuah barisan, maka orang pertama diberi informasi dan dia harus menyampaikan informasi itu ke teman berikutnya, begitu seterusnya hingga orang yang ke sepuluh. Percaya atau tidak, kalimat itu pasti tidak akan persis dengan kalimat yang diucapkan orang yang pertama. Demmikian pula saat kita mendengar cerita atau kabar tidak sedap tentang orang lain, yang belum tentu kebenarannya, apa yang kita lakukan? Kita akan menyimpannya sendiri atau akan meneruskannya pada orang lain? Semuanya itu tergantung pada kita. Namun satu hal yang perlu kita ingat, kita tidak tahu seberapa jauh kebenaran dari cerita tersebut. Mungkin saja orang yang bercerita pada kita memiliki dendam pribadi pada orang yang sedang ia bicarakan.

Satu hal yang Tuhan ingatkan, apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Jadi, kita harus berhati-hati terhadap mulut kita, agar apa yang keluar adalah berkat bukan kutuk. Kita harus belajar menahan diri terhadap segala berita buruk tentang orang lain dan segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan kebenaran firman Tuhan.

When you are offered a morsel of gossip marinated in slander, do you turn it down or pass ot on? That depends on the state of your heart. (Max Lucado)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar