Mencintai Hukum

11 Oktober 2010
bacaan : Mazmur 119 : 1-8

Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.
Mazmur 119 :1

Morning Coffee :
Seorang teman mengeluhkan peraturan baru yang diterapkan General Manager barunya di kantor tempatnya bekerja. Ia berkata bahwa sejak GM itu diangkat, jam kerja diberlakukan dengan ketat, peraturan-peraturan pun semakin mempersempit ruang gerak mereka. Saat masih sekolah dulu, peraturan menjadi "momok". Seolah tidak ada keadilan bagi para siswa.

Intinya manusia tidak terlalu menyukai peraturan, hukum, perintah, dan larangan dalam bentuk apapun. Mengapa? Karena kebebasan dan kenyamanannya seolah terenggut. Meskipun setiap orang mengakui pentingnya peraturan, tidak seorangpun yang mencintainya. Apalagi sampai menggubah puisi yang menunjukkan kecintaan seseorang pada peraturan. Namun, itulah yang dilakukan Daud, kesukaan dan kecintaannya akan setiap hukum Tuhan, dituangkan dengan penuh gairah ke dalam sebuah mazmur. Daud menyadari bahwa sebagai seorang musafir di dunia ini, ia harus berhadapan dengan begitu banyak ketidakpastian, bahaya, dan kebinasaan. Akan tetapi, satu-satunya yang dapat menjadi penuntunnya adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan menuntun bukan dengan motivasi untuk mengekang tetapi untuk menyelamatkan dan memerdekakan.

Bagaimana sikap hati kita terhadap hukum-hukum Tuhan? Apakah kita keberatan dengan semua itu? Apakah kita menyesal menjadi seorang Kristen yang harus dibebani dengan berbagai peraturan? Tuhan sangat mengasihi anak-anakNya. Hukum-hukumNya adalah salah satu bukti kasihNya. Bersyukurlah, bersukacitalah, taatilah setiap hukumNya, karena inilah yang akan memerdekakan hidup kita. 

Kita adalah kemuliaan milik Tuhan, ketika kita mengikuti jalanNya. (Florence Nightingle)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar