Ingin Dihargai

18 Oktober 2010
Bacaan : Ester 4 : 9-14

“Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!”
Yesaya 10:15

Haman mengalami kenaikan pangkat, kedudukannya ditetapkan di atas semua pembesar kerajaan, karena itu pula ia berhak untuk mendapatkan penghargaan dan penghormatan dari semua pegawai raja yang lain. Rupanya Haman sangat menikmati kehormatan yang diberikan kepadanya, terbukti saat ada Mordekhai yang tidak mau tuduk memberi hormat, hatinya menjadi panas dan hal it uterus mengganggu pikiran Haman.

Seorang Gembala Gereja pernah diundang oleh seorang pengusaha kaya raya dari kota lain, saat Gembala gereja ini diundang untuk berbicara di tempat si pengusaha kaya, maka ia selalu dijemput dan diberikan pelayanan yang luar biasa, bahkan si pengusaha ini dengan rela hati membawakan koper atau pun barang-barang Bapak Gembala ini. Hingga suatu saat Gembala ini ditegur oleh Tuhan, “Sampai kapan engkau menikmati penghormatan seperti ini?”

Saat kita telah melakukan pelayanan, diberi talenta yang lebih dari orang lain, dipandang sebagai senior, apakah hal itu membuat diri kita layak untuk dihormati? Pada dasarnya kita semua adalah hamba karena itu tidak ada satupun dari kita yang layak untuk menerima penghormatan karena hanya Tuhanlah yang layak! Jika kita diberikan sesuatu yang lebih, itu semua berasal dariNya. Mungkinkah kita menyembuhkan dengan kekuatan kita sendiri? Menjamah orang sehingga mereka bertobat? TIDAK! Semua itu adalah pekerjaan Tuhan, kita hanyalah alatNya. Karena itu jangan pernah memandang diri ini hebat, segala Pujian dan Hormat hanya bagi Tuhan!!

Many are willing that Christ should be something, but few will consent that Christ should be everything. (Alexander Moody Stuart)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar