Pekerjaan Yang Berkenan

29 Oktober 2010
Bacaan : Matius 7 : 15-23
”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”
Matius 7:21

Seseorang sedang melakukan pelayanan yang luar biasa, menyembuhkan banyak orang, menghardik keluar roh-roh jahat dan mengabarkan Injil demi nama Tuhan. Orang ini menyerukan nama Tuhan dimanapun ia berada. Namun pada saat penghakiman terakhir, Tuhan berkata ”Aku tidak mengenalmu!” Saya tidak bisa membayangkan orang itu adalah saya, karena sudah membuang begitu banyak waktu, tenaga dan uang untuk melakukan sebuah pekerjaan yang kita pikir untuk Tuhan, namun pada akhirnya justru kita tidak diterima oleh Tuhan. Bahkan tidak ada satu pun pekerjaan yang berkenan dan akhirnya kita dicampakkan ke dalam kegelapan yang penuh dengan kertak gigi. Kemudian apa yang harus kita lakukan? Apakah berarti kita  tidak boleh melakukan pelayanan? Tentu tidak demikian, sebab Tuhan menginginkan kita melakukan segala sesutu yang menjadi kehendakNya, bukan hanya berseru-seru nama Tuhan di mulut, namun hatinya seperti kuburan yang dilabur putih.

Setiap hal yang kita lakukan, harus dipastikan bahwa kita melakukannya untuk Tuhan, tidak ada sisi keuntungan pribadi dan mencuri kemuliaan Tuhan. Karena Tuhan tidak bisa ditipu, Ia melihat hingga kedalaman hati kita. Mungkin kita bisa sembunyikan sesuatu dari orang lain, tapi tidak dari Tuhan, karena Ia melihat dan mendengar dengan jelas apa yang ada dalam hati ini. Jadi jika kita sekarang melakukan pelayanan namun hidup kita tidak fokus dan berkenan kepada Tuhan, maka ada baiknya kita berhenti sesaat, mengoreksi hati dan dduk diam untuk mendengarkan apa yang Ia mau dari hidup kita. Jangan sampai apa yang kita lakukan itu adalah hal yang sia-sia seperti sebuah bangunan yang dibangun di atas pasir atau yang tidak tahan uji oleh api.

Nothing is of greater importance than loving God! If we fail to take this seriously, we may find at the end of our lives that all of our works counted for nothing…(However) He wants us to be before we do. Love first!!(Kent Hughes)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar