From Zero to Hero

20 Oktober 2010
Bacaan :  Hakim-hakim 11:1-11

“…: besiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!””
Yoel 3:9-10

Apakah kita pernah merasa bahwa kita ini bukan siapa-siapa sehingga orang lain tidak menganggap kita? Menang pada kenyataannya dunia hanya memperhatikan dan meninggikan orang yang kaya, punya jabatan dan intelektual yang tinggi. Sebaliknya orang yang tidak memiliki semuanya itu seringkali dilecehkan dan dipandang sebelah mata.

Tetapi tahukah kita bahwa Tuhan banyak memakai pahlawan-pahlawan iman justru saat keberadaan mereka pada waktu titik nol. Daud adalah anak yang tersisihkan dari saudara-saudaranya sehingga pekerjaannya hanya sebagai gembala kawanan ternak ayahnya. Namun Tuhan memakai sebagai alatNya sehingga Daud yang kecil secara fisik bisa mengalahkan Goliat, raksasa Filistin itu dan akhirnya menjadi raja Israel menggantikan Saul.

Bagaimana caranya agar kita sebagai orang percaya bisa merubah keadaan kita dari titik nol menjadi seorang pahlawan atau orang yang berhasil seperti istilah from zero to hero? Pertama, membawa segala perkara kita kepada Tuhan. Kita percaya bahwa Tuhan mampu merubah keadaan kita dan masa depan sungguh ada bagi orang yang takut akan Tuhan. Kedua, mengambil tindakan. Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia seperti halnya kita tidak dapat ke lantai dua jika tidak melangkah naik ke anak tangga pertama. Jika kita hanya menunggu saja tanpa berbuat sesuatu, Tuhan juga tidak akan bekerja. Ketiga, tekun dan setia dengan apa yang kita kerjakan. Dunia saja bisa melihat keberhasilan yang dicapai oleh orang yang tekun dan setia. Thomas Alfa Edison memerlukan ketekunan dan kesetiaan, dia tidak menemukan lampu dengan sekali percobaan saja. Banyak pengusaha sukses yang keluar dari kemiskinan karena mereka bekerja dengan tekun. Jadi kita harus bertekun dengan apa yang kita kerjakan.

Tuhan menanam “benih” di dalam Anda yang dipenuhi kemungkinan, potensi yang luar biasa, ide yang kreatif, dan impian. Akan tetapi Anda harus memanfaatkan itu semua. Anda harus percaya melampaui bayangan keraguan bahwa Anda memiliki apa yang dibutuhkan. (Joel Osteen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar