Bacaan : Matius 14 : 22-23
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
Amsal 3:5
Suatu hari, seorang pria mengajak putranya bermain ke taman, begitu sampai di taman, putranya langsung berlari ke arah permainan yang paling disukainya, sebuah palang untuk bergantung. Kaki kecilnya bergantung sekitar 5 kaki di atas tanah. Setelah beberapa menit kemudian, dia mulai lelah dan meminta diturunkan. Ayahnya menjawab, “Lepaskan saja peganganmu dan aku akan menangkapmu.” Terlihat segurat keraguan di wajahnya, dia berkata, “Tidak, turunkan aku.” Sang ayah kembali berkata, “Josh, jika kamu lepaskan peganganmu, maka aku akan menangkapmu.”
Bagi sang ayah, ini adalah kesempatan untuk mengajar putranya bahwa dia bisa mempercayai ayahnya; ia hanya perlu melepaskan pegangan pada palang itu, dan ayahnya akan menangkapnya. Tetapi anak kecil itu memilih untuk tetap bertahan, berpegangan hingga tangannya kelelahan dan saat itu barulah ia melepaskan pegangannya untuk ditangkap oleh ayahnya. Demikian pula saat Petrus diperintahkan untuk berjalan di atas air, ia melakukan hal yang memerlukan kepercayaan total kepada Yesus. Ini bukan trik sulap, tapi iman yang penuh; bukan uji nyali, tapi terobosan hidup. Berbeda dengan si anak yang tadinya takut dan pasrah karena terpaksa, Petrus pada awalnya beriman, namun kondisi sekitar menggoyahkan imannya.
Bagaimanakah kondisi kita saat ini, seperti si anak kecil itu ataukah seperti Petrus? Pasrah karena terpaksa atau beriman dan mulai goyah? Sadarilah bahwa Bapa kita menjaga kita dengan sedemiakian indahnya. Jika sehelai rambut saja tidak Ia biarkan hilang (Lukas 21:28), masakan Ia membiarkan hidup kita? Jangan ragukan Tuhan, lakukanlah apa yang Ia perintahkan tanpa ketakutan sedikitpun. Saat kita taat dan melakukannya, bukan saja kita melihat masalah kita terselesaikan tapi lompatan iman yang besar akan kita alami.
Mempercayai Tuhan sepenuhnya berarti memiliki iman bahwa Dia tahu apa yang terbaik bagi kehidupan Anda. (Rick Warren)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar