Perasaan Manusia

3 November 2010
Bacaan : Filipi 2 : 1-11
”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”
Filipi 2:5

Manusia adalah makhluh yang diciptakan oleh Tuhan dengan perasaan. Kita bisa merasakan sedih, marah, cinta, sakit hati, tersinggung dan lainnya. Karena kita memiliki perasaan dan sebenarnya masalah dasar dari manusia adalah perasaan-perasaan ini. Saat kita tidak disapa orang kita jadi tersinggung, itu perasaan. Saat kita menyukai seseorang, itu perasaan. Dan saat kehilangan seseorang, kita sedih dan itu juga perasaan. Seorang pendeta dari mengatakan, ”Seandainya Tuhan menciptakan manusia tanpa perasaan maka hidup sepertinya akan jadi lebih mudah. Manusia akan menjadi seperti robot.” Robot tidak memiliki perasaan, dia tidak akan tersinggung saat tidak disapa, dia tidak akan sakit hati saat dibohongi, tidak pernah merasakan cinta sehingga tidak akan pernah merasa sakit karena cintanya ditolak. Begitu simple hidupnya, namun apa jadinya kita, manusia, jika diciptakan seperti itu? Tuhan tidak akan pernah bisa mengasihi kita dan begitu pula sebaliknya.

Saat Tuhan di bumi ini, Dia juga hidup sebagai manusia utuh, yang memiliki perasaan, namun Dia tidak menjadi sakit hati, menyimpan akar pahit walau Dia juga mengalami penghinaan. Kita memang tidak tahu itu dengan pasti, tapi yang pasti Tuhan Yesus tidak menuruti perasaan dan emosinya, Dia patuh pada kehendak BapaNya. Firman Tuhan mencatat, Dia dicobai dan Dia tidak pernah berdosa (Ibr 4:15). Inilah kuncinya, tundukkan perasaan kita pada Kristus, pakailah perasaan dan emosi ilahi. Firman Tuhan mengatakan kita boleh marah, namun jangan sampai saat matahari terbenam kita masih tetap marah. Jangan akar pahit itu kita simpan, bahkan Firman mengajarkan kasihilah musuh kita. Inilah jenis emosi dan perasaan yang harus kita miliki saat kita menjadi anak Tuhan.

Trust God’s Word. Don’t trust your emotions. Don’t trust your opinions. (Max Lucado) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar